Welcome !!!

Enjoy this blog, happy reading...
Salam kenal...\(^_^)/

Minggu, 05 Februari 2012

Terlalu Salah (?)

Aku kembali. Di antara gerbang hijau dan pohon beringin tua yang usianya melampaui usia kisah fase belasan itu.

Berbicara tentang fase belasan, kembali mengingatkanku tentang masa itu. Masa pemakluman atas rasa-rasa yang salah.

Tentang kebenaran dan kejujuran yang tak pernah nyata. Tentang kesalahan-kesalahan yang termaklumi, entah oleh siapa. Tentangmu !!!

Masih jelas di laci ingatanku tentang hari itu, upacara bendera ke 32 ku di sekolah ini.

Hari itu, entah kenapa aku dengan sukarela berdiri di barisan depan, terpanggang matahari.
Hari itu, kamu di sana. (Hari ini pun, kamu tetap di sana). Di barisan siswa yang terlambat.
Hari itu, upoacara bendera pertamamu dis ekolah ini.
Hari itu, awal kesalahan ini bermula.
Hari itu, aku tak menyadari ada sepasang mata lain yang juga memandang ke arah yang sama denganku.

Hari-hari berikutnya, kamu mulai menarik perhatian banyak orang.
Hari-hari berikutnya kamu tak pernah lelah ber’ulah‘.
Hari-hari berikutnya, kamu menjadi terlalu jauh, untukku. Terlalu tinggi untuk dicapai. Dan aku terlalu lelah untuk berlari dan memanjat.

Hari-hari berikutnya, aku mulai menyadari keberadaannya. Keberadaan pemilik sepasang mata itu. Menyadari alasan mengapa jarak itu tiba-tiba menjadi jauh. Menyadari mengapa aku tiba-tiba lelah.
Hari-hari berikutnya, cerita tentangmu selalu kudengar, darinya. Dan aku harus rela berperan dan dikenal hanya sebagai sahabatnya, olehmu.

Hari-hari berikutnya, aku terlalu pengecut.
 Terlalu pengecut untuk me‘nyata‘kan kebenaran. Untuk turun tahta, turun kasta. Untuk mem‘buka‘ diri. Untuk keluar dari batas, yang entah ditetapkan oleh siapa.

Hari-hari berikutnya, kalian mulai terlihat bersama. Dan aku masih di sini, tak bisa menyeberang. Begitu pun dirimu, tak bisa diseberangkan. Mungkin kita memang tak searah.

Hari-hari berikutnya, aku masih betah dengan gelar itu. Dan rasa itu pun masih statis. Bertahan!
Hingga hari kelulusan.
Hingga hari dia pergi.
Hingga hari kau pun pergi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar