Welcome !!!

Enjoy this blog, happy reading...
Salam kenal...\(^_^)/

Minggu, 29 April 2012

Tentang Berlari dan Mengejar

Sudut kiri belakang.
Tempatmu melarikan diri dari dunia yang membosankan ini.
Tempatmu bersembunyi di balik dunia abstrak yang dengan suka cita kau kunjungi.
Dua potong roti bakar dan segelas iced lemon tea. Setia menemani pelarianmu.

Dan aku??
Aku masih di sini. Di tempak yang sama. Di jarak yang sama.
Berusaha tetap menjaga jarak yang sama ini.
Menjaga ritme pengejaranku, tak ingin kehilangan jejak.
Karena akan lebih melelahkan lagi ketika aku harus mencari sambil berlari.

Bukannya aku tak ingin melangkah lebih dekat.
Tapi, kamu seperti fatamorgana yang akan blaaasshh-menghilang, ketika para pengelana mendekat. Dan yang ada hanya kecewa.
Aku belum siap untuk itu. Belum siap untuk kehilangan dan kecewa ketika berlari terlalu cepat dan semakin dekat.

Aku bukannya tak memberi tanda, meskipun dengan jarak kita ini.
Aku pikir kau pun telah membacanya.
Apa karena jarak ini, sehingga tanda itu kurang jelas terbaca?
Atau kau memang belum mau sadar dengan tanda itu.
Apa kau tidak lelah dengan pelarian itu?
Apa segala yang abstrak di dunia lain itu lebih nyata dan jelas daripada tanda dan keberadaanku di sini?
Apa aku harus menjadi abstrak dulu untuk bisa kau lihat?
Apa jarak ini masih terlalu jauh dari yang seharusnya?
Jika iya, tolong jangan blaaasshhh dan menghilang saat aku berlari lebih cepat dan semakin dekat…
Bisakah kau berjanji untuk tidak menjelma sebagai fatamorgana nantinya?
Jika tidak bisa, bisakah bisa??? (maaf, maksa.. :D)


Catatan:
Lagi mencoba membaca dan menulis apa yang ada di dalam pikiran seseorang itu. Maaf kalau saya selama ini tidak sadar, atau bahkan mungkin pura-pura tidak sadar. Saya terlalu nyaman dengan jarak ini. Belum berani keluar dari zona nyaman dan aman ini.

Dan dunia abstrak itu masih terlalu indah untuk tidak dikunjungi. Maaf saya belum bisa kembali seutuhnya. Terima kasih untuk tetap ada disana.
Jawaban saya hari itu dan hari ini pun masih sama. Maaf kalau jawaban ini hanya bisa menambah kecewa.

“Terkadang kita hanya perlu berhenti mengejar…. Terkadang manusia butuh jeda. Entah sejenak. Bisa juga sedikit lebih panjang. Tapi ini bukan persoalan waktu…” Windy Ariestanty-Life Traveler

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar