Welcome !!!

Enjoy this blog, happy reading...
Salam kenal...\(^_^)/

Senin, 08 Oktober 2012

Sepintas


Entah kenapa, tiba-tiba pengen kembali ke masa-masa itu.
Masa-masa ketika jalan kita masih belum bersinggungan.
Masa-masa ketika batas-batas itu masih jelas keberadaannya.
Masa-masa ketika hari-hari saya tidak perlu dihabiskan dengan bertanya-tanya tentang sesuatu yang bahkan jawabannya tidak penting untuk diketahui.
Masa-masa ketika saya tidak perlu merasa sesak karena mendengarkan lagu-lagu yang mengingatkan saya terhadap ke-bersinggungan itu.
Masa-masa ketika kemunculannya adalah hal yang biasa saja untuk dilewatkan.
Di saat-saat kayak gini, sebenarnya saya menyesali momen ayunan jelang senja itu.
Bukannya saya ingin menyalahkan Tuhan karena takdir-Nya tentang momen ayunan jelang senja sore itu mengubah segalanya. Kesegalaan saya lebih tepatnya.
Saya hanya masih belum menemukan alasan yang tepat (selain “karena takdirnya memang seperti itu”) kenapa sore itu, seseorang ini harus melewati batas yang sudah ada sebelumnya, kenapa yang jadi objek kebetulannya harus saya, dan kenapa saya harus terpengaruh dengan variabel pengacau ini??
Dan ini masih hari kesekian, ketika saya sadar bahwa setiap kemunculannya itu tidak lagi menjadi biasa untuk dilewatkan, juga ketika saya sadar bahwa menunggu dalam diam tidak lagi seindah kemarin, tidak lagi seindah biasanya. 
Dalam satu waktu, adalah tidak menjadi lebih baik ketika kita hanya menatap dari jauh tanpa sedikitpun objek tatapan kita tahu.
Mungkin yang saya butuhkan saat ini memang cuma jarak dan waktu, supaya rasa-rasa keliru ini bisa dimusnahkan sampe ke akar-akarnya. Semoga kali ini, jarak dan waktu masih mau diajak kerjasama.
Untuk apa muncul dan mengacaukan kehidupan normal orang lain, kalau pada akhirnya tidak ada niat untuk bertanggung jawab atas kerusakan dari kekacauan itu??!! Semoga jawabannya bukan sekedar “karena emang udah kayak gitu takdirnya”.

***

(tentang curhatan seorang teman.. emang bikin nyesek sih saat kita yakin, dia malah ragu.. saat kita berjuang, dia malah menyerah..)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar